Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Sabtu, 02 Agustus 2008

Aku Kecewa Sebagai Konsumen


Terus terang aku kecewa terhadap minimnya perlindungan terhaap konsumen. Hidup di era super hedonis telah menggiringku untuk menjalani -dan menikmati- tradisi konsumtif di negeri gemah- ripah tapi tidak loh jinawi ini. dan sebagai penganut konsumerisme praktis, aku tentu berhadapan dengan berbagai produk yang ternyata tidak sepenuhnya bikin puass!

Betapa beberapa produsen, dan pedagang saat ini, tidak menghargai hak-hak konsumen sepenuhnya. Kebanyakan dari mereka adalah penipu! berkali ku alami ketidaknyamanan atas pelayanan sebuah produk jasa. Dan ironisnya, kebanyakan produk yang tidak mengutamakan kenyamanan konsumen itu adalah produk yang benar-benar vital dalam hidupku.

Jika Anda pengguna Listrik Negara, cerita yang tak pernah digubris para pengelola layanan jasa ini tentu sudah basi. Ya, secara pribadi aku sering kesal dengan byar-pret nya listrik. ketika menulis tugas kuliah atau beberapa catatan penting, tiba-tiba saja listriknya mati, ketika butuh penerangan, juga sama (ini juga konon merugikan banyak pengusaha rumahan), maka saya pikir, buat apa PLN keluarkan banyak iklan dan -kadang- beasiswa, jika pengelolaan usaha listrik itu tak kunjung baik?

Jika Anda pengguna seluler Excelcom, tentu juga mengalami hal serupa dengan saya : banyak mengalami kesulitan dalam menelpon atau mengirim pesan singkat, dan parahnya itu sering terjadi pada jam-jam kerja! percuma XL berikan layanan gratis sampe puass, jika hanya berlaku di malam hari, sebab ini tentu mengganggu pola kerja dan pola hidup para penikmatnya. saya pikir, ini merupakan tradisi yang tidak mendidik.. teman-teman di kampusku, kini banyak yang menjadi 'para peronda malam' hanya untuk bertelepon ria, yang kadang untuk memuaskan keisengan belaka.

Jika anda pengguna angkutan umum yang disingkat Angkot, -khususnya- di Serang, Banten, jangan heran bila sering diturunkan sebelum tempat tujuan, hanya karena sang sopir, di tengah jalan, mendapat banyak penumpang lain yang arahnya berbeda dengan tujuan kita. dan jangan berharap lebih, bahwa angkutan di Serang akan memberi tarif sesuai aturan DisHub, sebab jika tidak ada uang pas, maka tanpa kembalianpun, bisa dianggap impas.

aku jadi bertanya, sejauh-mana kesadaran dan komitmen para perodusen layanan & jasa, terhadap pemenuhan hak-hak konsumen?

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com