Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Jumat, 26 September 2008

Apa makna Ramadhan bagiku?

Ramadhan tahun ini terasa kering bagiku. berbagai moment tak berhasil kumanfaatkan dengan baik. berawal dari keinginan untuk segera menyelesaikan tanggung jawab di LPM SiGMA, kekalutan terhadap penyelesaian skripsi dan beberapa nilai yang terbengkalai, mimpi untuk segera bekerja sebagai pelaku media profesional (aku membuat puluhan lamaran kerja, dan hanya dua yang kukirim), tekanan untuk mengajukan proposal program Lakpesdam NU Kota Serang, dan ambisi untuk mengikuti Ahmad Wahib Award, minggu pertama ramadhan aku disudutkan dalam ketergesaan dan kelelahan yang sangat.
Nyatanya, tak semua mampu kuraih semudah konsep yang merajang di kepala. aku berhasil melepas tanggung jawab di SiGMA, tapi rangkaian acara Musyawarah Besar yang memang direncanakan 'besar', malah berlangsung dengan amat sederhana, dan di bawah standar prosedur sebuah rangkaian acara 'besar'! skripsi, laporan akhir kuliah kerja nyata, dan upaya penyeleaian nilai, berkahir berantakan. beruntung satu nilai bisa keluar, berkat bijaknya sang Dosen. satu nilai lain masih tertahan. proposal program juga berhasil digarap, dengan konsekwensi yang sangat menyedihkan, aku gagal ikut Ahmad Wahib Award, yang sempat diperpanjang jadwal pengirimannya itu. sebab aku atk bisa membagi waktu, dan aku tak pandai dalam menetapkan prioritas. aku juga ternyata bermasalah dalam hal konsentrasi terhadap fokus yang ditargetkan.

AKu merasa kalah, dan menjadi pecundang!

Minggu ke dua ramadhan, aku terlena dalam kecewa yang mendalam. hari-hariku idhempaskan dalam tidur panjang di siang hari, berinternet ria, dan terbenam dalam Game 'Age Of Empire II' (AOE II) dan 'Red Alert'(RA). Hmm, ada kepuasan tersendiri ketika aku berhasil menytelesaikan level Hard dengan membabat 7 negara musuh dalam 'AOE II' aku juga dibuai penasaran untuk menuntaskan RA. Tarawih dan Tadarrus, menjadi tradisi asing bagiku di Ramadhan kali ini. Shaumkupun rasanya tak berarti, karena dilewati dalam tidur nan pulas. dan di minggu ini, aku tergoda oleh bujukan kawan untuk beriftar sebelum maghrib, hanya karena perjalan dari Pandeglang-Serang. semoga Dia memaklumi kelemahanku ini.

Minggu ke tiga ramadhan, aku jalani dengan sedikiti refresh, Ke Bandung, Cilegon, Tangerang, dan Berakhir di Kampunghalamanku, Karawang. dan aku kalah lagi, ketika harus bergelut menjajakan pakaian dagangan orang tuaku di sebuah toko kecil, di pasar Johar. puluhan gadis cantik berpakaian seksi yang berseliweran di pasar, membuatku kepayang, sebenarnya ini anugerah yang tak merisaukan, dan hal yang normal, bukan? yang membuatku gelisah dan merasa tak normal, adalah ketika kutergoda mengutip uang dagangan yang dipercayakan padaku, untuk membeli sebungkus rokok, sebatang coklat, dan sebotol minuman suplemen. aku menjadi tambah merasa tertekan, ketika beriftar lagi, karena lelah dan panasnya berjum'atan setelah seharian berdagang.
Maafkan aku Tuhan, brlum msmpu tunsiksn amanat dengan tepat. lebaran nanti, sanbil sungkem, aku akan meminta maaf dan keihlasan Ibu dan ayah, atas tindakanku yang tak jujur ini.
Aku malu, tak bisa menghindar dari korupsi. dan aku ragu tentang hikmah Ramadhan bagiku. tapi aku yakin Dia maha pemaaf. semoga IA ampuni dosa-dosaku.

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com