Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Kamis, 16 Oktober 2008

Dirham & Dinar, mencari celah dalam Krisis Global


Krisis global tengah terjadi, banyak pihak -elit- yang kemudian panik dan berlomba mencari penyelematan asetnya. para pemegang saham, pengelola bursa efek, dan para eksportir serta importir (baca; pengusaha). para pejabat pemerintah juga resah menghadapi hal ini. dan hampir semua melirik Amerika sebagai biang keladi atas krisis ini. U$ Dolar, kini dibenci tapi juga dibutuhkan. ada fenomena menarik yang ditunjukkan para ekonom dunia. mereka yang berbasis sosialis, menuding kapitalisme sebagai sumber krisis, mereka yang fundamentalis, juga sama, bahkan, ekonom syari'ah mengklaim inilah saatnya dinar & dirham kembali berjaya. sebab U$ Dolar -saat ini- dan lembaran kertas berharga lain, yang selama ini menjadi alat tukar, tak sesuai dengan aturan Al-Qur'an?
beberapa hari yang lalu, misalnya, seorang penceramah ekonomi syari'ah, dengan lantang menawarkan Dirham dan dinar sebagai solusi atas krisis global, bahwa mata uang yang berjalan harus terbuat dari emas dan perak, tidak sekedar kertas. agar nilai tukarnya, bertahan, bahkan hingga 1400 tahun sekalipun.
saya tak terlalu mengerti teori ekonomi, tapi pikiran sederhana saya kemudian bertanya, apakah mata uang berlapis emas/perak itu efisien, efekstif dan praktis dalam produksi dan digunakan?
mengapa tidak kembali pada tradisi barter saja sekalian?

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com