Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 23 November 2008

Ampun, gusti...

Ini sudah ke sekian kalinya FPI diberitakan meresahkan warga lain di negeri ini., (baca deh berita terbaru tentang resahnya eros Djarot, tentang filem "lastri"nya yang ditentang.) Terus-terang aku limbung sama sikap mereka dan para pendukungnya. sebagai muslim yang tumbuh di dunia pesantren, aku belum pernah mendengar doktrinan kiai di pesantrenku, sekeras Om Rizeck ini (eh, beliau layak disebut kiai enggak seh?).

Dulu, ketika di Pesantren, aku sempat senang dengan nada keras para penceramah kondang. dari Habib Rizziq, Idrus Jamalullail, Syarifin maloko, hingga Anton medan, kala itu, aku rajin menyambangi sebuah majelis ta'lim di Cirebon kota, yang konon milik seorang muallaf, bernama Yuqeng, meski jaraknya cukup jauh dari pesantrenku, sebulan sekali, di Jum'at sore aku berkunjung ke sana, sambil cuci mata di sebuah mall yang letaknya tepat di depan majelis tersebut.

Para penceramah itu memang dikenal vokal sejak Orde-Baru, mereka rajin mengkritik pemerintah. tapi siapa sangka jika di era reformasi, mereka berubah jadi pimpinan preman?> maaf buat para pengikutnya, aku enggak bermaksud menyinggung kalian (nanti disangka teror psikologis, lagi) aku cuman lelah liat tingkah kalian yang sok jago dan menjadi preman dengan mengatasnamakan agama.

Minggu, 16 November 2008

Kader Nu Opportunistik?

Hmm, jadi prihatin baca postingan tentang keluhan Mbah Muchit (ww.NUOnline, 12 Nov/2008), terus-terang awalnya kupikir para sesepuh dan pejabat Nu saat ini masih disibukkan dengan politik praktis, dan beragam kepentingan di dalamnya.

Harapan mbah muchit sepertinya mudah diwujudkan, seandainya para pejabat struktural NU, dan berbagai departemennya, serta banom (badan otonom)nya, bersikap proaktif, untuk "turba" (turun ke bawah,-meminjam istilah era revolusi, red-). membina dan mengajak kaum muda Nu untuk bergabung dan memberi ruang kontribusi untuk kaum muda.

Sayangnya, tradisi "turba" itu hanya dilakukan menjelang Pemilu (pilkada, maupun Pemilu RI), atau Konferensi, baik tingkat cabang maupun wilayah. "Turba" nya juga dilakukan dengan tambahan embel-embel kepentingan politik.

Kondisi tersebut mungkin hanya asumsiku saja, melihat realitas yang terjadi di tempat tinggalku saat ini (Serang, Banten), para tokoh PBNu ( juga departemen, dan Banomnya, IPNu misalnya). Beberapa waktu lalu, dikabarkan beberapakali berkunjung ke PCNu Serang, kebetulan saat itu menjelang Konferwil NU, kemudian berlanjut dengan Konferwil IPNU Banten. Pembahasan yang dilakukan, ya seputar politik belaka. dan satu lagi, kunjungan pengurus pusat IPNU, -yang, konon- untuk menjaring tim kampanye pencalonan salah satu pengurus IPNU sebagai caleg DPRRI. Kabarnya lagi, yang ditunjuk jadi tim wilayah Banten juga orang Opportunis banget, ( di Banten, ada julukan 'ular' bagi kader NU yang bersikap opprotunis, dan untuk yang satu ini, katanya sih adalah ular berkepala dua, he)

Saya setuju dengan asumsi Mbah Muchit, bahwa banyak kaum muda Nu tidak terberdayakan potensinya. tapi saya kurang setuju jika kaum muda Nu dianggap kurang potensial (semisal, dalam hal kepenulisan, investigasi dan tradisi intelektualitas lainnya). Sebab setahu saya, di berbagai mailist, blogroll, dan media-media internal kampus, maupun media lokal, banyak anakmuda berlatar belakang Nu mampu menulis, tapi mereka -kadang- tak mencantumkan identitas ke-NU-annya.
Apa sebab? Karena hingga saat ini, kaum muda NU yang bepotensi itu kurang dirangkul, dan mereka meretas sendiri jalan intelektualitas masing-masing. Mereka melakukan kajian informal, menulis, dan berkarya, tanpa melabelkan ke-NU-an, meski secara ideologis, mereka tak bisa memungkiri identitas kultural, sebagai anakmuda NU.

Lihat saja, di PMII, setiap kader mengembangkan diri masing-masing, dan secara perlahan melepas identitas ke-PMII-an, dan otomatis, secara kultural, identitas ke-NU-an dilepas juga. Lemahnya administrasi dan data warga Nu, mungkin juga adalah biang dari kenyataan ini. tanggung jawab siapa?

Kemudian di Lakpesdam, masing-masing PC bergerak sendiri, seolah tidak ada koordinasi dengan PP Lakpesdam, sebab sebagai departemen, Lakpesdam, LTN, LBM, dan lainnya hanya berkoordinasi dengan PCNU masing-masing.

Bagi lembaga-lembaga atau banom yang ada di lingkungan strategis (secara intelektual dan ekonomi; dalam wilayah kota pendidikan, misalnya), akan mudah melakukan pengembangan, sementara bagi yang ada di lingkungan kurang strategis, mereka meraba sendiri, tertatih dan kebingungan. maka apa peran Lembaga pusat? otonomi menjadi dalih untuk lembaga-lembaga di pusat untuk bertindak sendiri, dan melepas diri dari kewajiban membina lembaga-lembaga di daerah (ini yang terasa di Serang, loh, entah di daerah lain).

Imbasnya, lihat saja, muncul beragam gaya dan ideologi yang diusung lembaga-lembaga tersbut (misal;Lakpesdam), ada yang bernuansa liberal, karena 'difounderi' oleh donatur dari eropa, australi dan USA, ada yang bernuansa konservativ, sebab dapat dananya dari Yaman, ada juga yang lebih memilih kajian politik dan monitoring APBD, sebab di sanalah -mungkin- sumber dana itu ada. (Hmm, ke depan, bisa jadi ada lembaga NU yang bernuansa Wahhabi, karena dapat donor dari Saudi, kali yee?)

Ditambah lagi, para pejabat struktur PCNU -kadang- sibuk berpolitik praktis, atau bahkan sibuk merangkul penguasa daerah, yang ironis bagi saya, kadang alasannya sangat sepele dan pragmatis betul, ( Di Serang, dan Banten, saya menyaksikan ini. beberapa Ulama mendukung calon tertentu, dan atau mencalonkan diri, dengan dalaih demi kompensasi mendapat dana untuk mengontrak atau membangun Kantor PCNU) Pak Hasyim juga, dalam konferwil NU Banten, sempat meminta itu, bahwa "Ketua NU Banten, mendatang, harus bisa mengusahakan Kantor permanen", ironis, ko cuman gedung, yang dipikirkan? pengaruh depelovmentasi-isme Orba, yag hanya mementingkan pembangunan fisik, tampaknya masih kuat.

Maka, jangan heran jika muncul anggapan di kalangan muda NU, bahwa para pengurus struktural NU tak sempat memikirkan ummat dan kadernya, sebab sedang sibuk mikirkan 'BaseCamp'. Dan jangan bingung juga, kalau kemudian, banyak kader potensial Nu menyeberang ke ormas lain, atau membuat LSM sendiri, yang bisanya sekedar batu loncatan menuju hal yang pragmatis, mungkin benar apa yang diriset dalam beberapa buku ke-NU-an yang ditulis oleh orang luar NU, bahwa bahwa NU adalah ormas yang berideologi Opportunistik. (wallahu'alam)

Minggu, 09 November 2008

Nominator Award



Hampir seminggu, aku tak mengecek e-mail dan blogging disamping kurang dana buat bayar warnet, belakangan ini aku dilelahkan oleh beberapa kegiatan. dan malam ini aku dapat kesempatan itu, membuka blog, melihat ragam tulisan baru yang diposting oleh beberapa kawan yang ngelink dengan blog-ku, serasa bertemu kawan lama saja. seolah kerinduan membuncah, ha.ha. Dan tak dinyana, seorang teman dari seberang, -dia konon sedang kuliah di Negeri Fir'aun- Mursalin, namanya, putera Surabaya, yang hingga kini hanya kukenal melalui kritik dan sarannya di kolom 'tetamu', menawarkan nominator award, yang katanya hanya diberikan kepada tujuh orang pilihannya. aku senang, dan berterimakasih buatnya, dan kalian, yang berkunjung ke blog malikmughni ini. Beberapa tulisan isengku, yang kebanyakan tak dimuat media profesional -padahal, beberapa diantaranya, kukirim berkali, ke beragam media cetak Lokal, maupun nasional-, yang kupikir memang tak layak dimuat di media-media beroplah ribuan eksemplar/terbit, dan sempat kukira tak layak dibaca, ternyata ada juga yang suka. ketika masih aktif di pers Kampus, aku sering merasakan bahagia dan kebanggaan yang terperi, ketika tulisanku dibincangkan, dikritik, bahkan dimaki. Aku puas bahwa, menulisku tak sia-sia.
Dan minggu lalu, 'Kang Mursalin menominasikan Award ini kepadaku, dan konon wajib dipasang, kemudian aku harus memilih 7 nominasi penerima Award selanjutnya. Sekaligus menyebarkan pesan penghargaan ini kepada blogger yang terpilih nantinya:


Semangat Ngeblog dan Terus Berkarya

Untuk jelasnya, akan saya tuliskan kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh sponsor Award ini yang harus dilakukan oleh para nominator nantinya:

  1. Put the logo on your blog.
  2. Add a link to the person who awarded you.
  3. Nominate at least 7 other blogs.
  4. Add links to those blogs on yours.
  5. Leave a message for your nominees on their blog.
Dan aku memilih beberapa sobat, guru, dan rivalku sebagai nominator blog Award :

1. SiGMA (http://www.lpmsigma.co.cc) blog komunitas yg kerren
2. Kang Wawan (http://www.arwani-syaerozi.blogspot.com) banyak tradisi keislaman yang ditulis dengan ringan, tapi bermutu, dalam empat bahasa yang fushah (Arab, Inggris, Francis & Indonesia)
3. Goen's SiGMA (http://www.elburhan.co.cc) Blog sobat gw yang 'lumayan gaul, menawarkan beberapa fasilitas blogging yang bisa diunduh gratis.
4. Ibnu (http://ibnuadam.multiply.com) Berbagai kritik dan kecaman atas lingkungan, dan kondisi sosial, serta pemerintahan dan pedidikan di Banten, termuat di blog ini.
5.Kang Irwan (http://irwanmasduqi83.blogspot.com), Beragam rujukan cerdas tentang pemikiran ISlam, ada di dalamnya.
6. Thoink (http://gadingtirta.blogspot.com) rivalku yang narsis ini, banyak menulis tentang kesehariannya dengan analisa yang lucu.
7. Joewanda (http://jasmerah1954.blogspot.com). berbagai tulisan di blog ini penuh nada gugatan yang emosinal, tapi gambar-gambar yang ditampilkan, membuat blog ini terlihat manis.

Dan banyak lagi, sebenarnya blog-blog yang menurut saya layak dkunjungi dan mendapat nominasi award ini. diantaranya, mereka yang tertera di link sahabat saya, dan laiinya.

menarik juga, kayaknya jika nominasi award bruntut ini dilestarikan, minimalnya bisa menambah silaturahim, dan selamat Menulis!
Semangat Ngeblog, dan Terus Berkarya!!
terimakasih!



luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com