Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Minggu, 16 November 2008

Kader Nu Opportunistik?

Hmm, jadi prihatin baca postingan tentang keluhan Mbah Muchit (ww.NUOnline, 12 Nov/2008), terus-terang awalnya kupikir para sesepuh dan pejabat Nu saat ini masih disibukkan dengan politik praktis, dan beragam kepentingan di dalamnya.

Harapan mbah muchit sepertinya mudah diwujudkan, seandainya para pejabat struktural NU, dan berbagai departemennya, serta banom (badan otonom)nya, bersikap proaktif, untuk "turba" (turun ke bawah,-meminjam istilah era revolusi, red-). membina dan mengajak kaum muda Nu untuk bergabung dan memberi ruang kontribusi untuk kaum muda.

Sayangnya, tradisi "turba" itu hanya dilakukan menjelang Pemilu (pilkada, maupun Pemilu RI), atau Konferensi, baik tingkat cabang maupun wilayah. "Turba" nya juga dilakukan dengan tambahan embel-embel kepentingan politik.

Kondisi tersebut mungkin hanya asumsiku saja, melihat realitas yang terjadi di tempat tinggalku saat ini (Serang, Banten), para tokoh PBNu ( juga departemen, dan Banomnya, IPNu misalnya). Beberapa waktu lalu, dikabarkan beberapakali berkunjung ke PCNu Serang, kebetulan saat itu menjelang Konferwil NU, kemudian berlanjut dengan Konferwil IPNU Banten. Pembahasan yang dilakukan, ya seputar politik belaka. dan satu lagi, kunjungan pengurus pusat IPNU, -yang, konon- untuk menjaring tim kampanye pencalonan salah satu pengurus IPNU sebagai caleg DPRRI. Kabarnya lagi, yang ditunjuk jadi tim wilayah Banten juga orang Opportunis banget, ( di Banten, ada julukan 'ular' bagi kader NU yang bersikap opprotunis, dan untuk yang satu ini, katanya sih adalah ular berkepala dua, he)

Saya setuju dengan asumsi Mbah Muchit, bahwa banyak kaum muda Nu tidak terberdayakan potensinya. tapi saya kurang setuju jika kaum muda Nu dianggap kurang potensial (semisal, dalam hal kepenulisan, investigasi dan tradisi intelektualitas lainnya). Sebab setahu saya, di berbagai mailist, blogroll, dan media-media internal kampus, maupun media lokal, banyak anakmuda berlatar belakang Nu mampu menulis, tapi mereka -kadang- tak mencantumkan identitas ke-NU-annya.
Apa sebab? Karena hingga saat ini, kaum muda NU yang bepotensi itu kurang dirangkul, dan mereka meretas sendiri jalan intelektualitas masing-masing. Mereka melakukan kajian informal, menulis, dan berkarya, tanpa melabelkan ke-NU-an, meski secara ideologis, mereka tak bisa memungkiri identitas kultural, sebagai anakmuda NU.

Lihat saja, di PMII, setiap kader mengembangkan diri masing-masing, dan secara perlahan melepas identitas ke-PMII-an, dan otomatis, secara kultural, identitas ke-NU-an dilepas juga. Lemahnya administrasi dan data warga Nu, mungkin juga adalah biang dari kenyataan ini. tanggung jawab siapa?

Kemudian di Lakpesdam, masing-masing PC bergerak sendiri, seolah tidak ada koordinasi dengan PP Lakpesdam, sebab sebagai departemen, Lakpesdam, LTN, LBM, dan lainnya hanya berkoordinasi dengan PCNU masing-masing.

Bagi lembaga-lembaga atau banom yang ada di lingkungan strategis (secara intelektual dan ekonomi; dalam wilayah kota pendidikan, misalnya), akan mudah melakukan pengembangan, sementara bagi yang ada di lingkungan kurang strategis, mereka meraba sendiri, tertatih dan kebingungan. maka apa peran Lembaga pusat? otonomi menjadi dalih untuk lembaga-lembaga di pusat untuk bertindak sendiri, dan melepas diri dari kewajiban membina lembaga-lembaga di daerah (ini yang terasa di Serang, loh, entah di daerah lain).

Imbasnya, lihat saja, muncul beragam gaya dan ideologi yang diusung lembaga-lembaga tersbut (misal;Lakpesdam), ada yang bernuansa liberal, karena 'difounderi' oleh donatur dari eropa, australi dan USA, ada yang bernuansa konservativ, sebab dapat dananya dari Yaman, ada juga yang lebih memilih kajian politik dan monitoring APBD, sebab di sanalah -mungkin- sumber dana itu ada. (Hmm, ke depan, bisa jadi ada lembaga NU yang bernuansa Wahhabi, karena dapat donor dari Saudi, kali yee?)

Ditambah lagi, para pejabat struktur PCNU -kadang- sibuk berpolitik praktis, atau bahkan sibuk merangkul penguasa daerah, yang ironis bagi saya, kadang alasannya sangat sepele dan pragmatis betul, ( Di Serang, dan Banten, saya menyaksikan ini. beberapa Ulama mendukung calon tertentu, dan atau mencalonkan diri, dengan dalaih demi kompensasi mendapat dana untuk mengontrak atau membangun Kantor PCNU) Pak Hasyim juga, dalam konferwil NU Banten, sempat meminta itu, bahwa "Ketua NU Banten, mendatang, harus bisa mengusahakan Kantor permanen", ironis, ko cuman gedung, yang dipikirkan? pengaruh depelovmentasi-isme Orba, yag hanya mementingkan pembangunan fisik, tampaknya masih kuat.

Maka, jangan heran jika muncul anggapan di kalangan muda NU, bahwa para pengurus struktural NU tak sempat memikirkan ummat dan kadernya, sebab sedang sibuk mikirkan 'BaseCamp'. Dan jangan bingung juga, kalau kemudian, banyak kader potensial Nu menyeberang ke ormas lain, atau membuat LSM sendiri, yang bisanya sekedar batu loncatan menuju hal yang pragmatis, mungkin benar apa yang diriset dalam beberapa buku ke-NU-an yang ditulis oleh orang luar NU, bahwa bahwa NU adalah ormas yang berideologi Opportunistik. (wallahu'alam)

1 komentar:

abdal malik mengatakan...

Tentang Lomba Penulisan Artikel

Diberitahukan dengan hormat,

Sesuai ketentuan yang ada pada lomba penulisan artikel di blog hatetepe://abdal976.wordpress.com, Anda termasuk yang memenuhi kriteria mengikuti lomba karena pernah memberi komentar blog tersebut. Oleh karena itu saya sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Karena ketidaktahuan saya blog hatetepe://abdal976.wordpress.com saat ini sudah di-“suspend” oleh WP.

Lomba penulisan artikel tetap dilaksanakan dengan ketentuan yang sama, sedangkan blog saya beralih ke http://belajarngode.blogspot.com .

Apabila Anda berminat mengikuti lomba tersebut bisa membaca penjelasan lebih lanjut di blog http://belajarngode.blogspot.com itu.

Demikian pemberitahuan saya, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Terima kasih,
Abdal Malik

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com