Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Selasa, 25 September 2012

Inayah Wahid: Gus Dur Mengajarkan Pentingnya Proses




Ketokohan Gus Dur) dan beragam kontroversi yang mengiringinya, memberi arti tersendiri bagi puteri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid.  Semasa Gus Dur menjadi presiden, Inay, begitu ia disapa, kerap tampil mendampingi Gus Dur. Gaya rambutnya yang saat itu sering dicat dengan beragam warna, diakui Inay kerap menuai teguran dari orang-orang dekat Gus Dur.
Tapi Bapak (Gus Dur,red) tak pernah marah. Beliau selalu mengajarkan kebebasan berkepresi tapi tetap harus bertanggung jawab. Saat itu Bapak tanya kamu siap nanti bakal dikecam, saya bilang siap. Beliau hanya tertawa, kata Inay.
Hal lain yang berkesan dari sang ayah, menurut Inay adalah kesadaran tentang pentingnya proses ketimbang hasil. Hal inilah yang menurut Inay harus diteladani anak-anak muda Indonesia. Bapak mengajarkan perlunya proses. Bahwa prinsip hidup harus dipegang teguh. Meskipun banyak kendala menghadang, ujarnya.
Sebagai puteri kandung termuda, Inay juga terkesan dengan keberanian Gus Dur melawan arus, demi mempertahan idealismenya. Gus Dur, yang semasa hidupnya kerap dihadang berbagai kendala, tapi tetap bersemangat. Anak-anak muda harus meniru hal ini. Bahwa sebuah mimpi sesulit apapun harus diperjuangkan. Jangan karena lingkungan rusak, kita lalu ikut arus. Kita harus berani mempertahankan idealisme, tandasnya.
Sebelum mengakhiri perbincangan, Inay juga mengungkapkan rencananya untuk menekuni dan melestarikan tradisi gamelan jawa. Dalam acara panggung budaya pada peringatan haul Gus Dur, Jumat (27/9) nanti di Taman Ismail Marzuki, ia akan menunjukkan kepiawainnya bermain gamelan.
Ada cerita unik dibalik gamelan itu. Sebelum ia belajar gamelan, kakak ipar Inay, Dzohir Al-farisi (suami dari Yenni wahid, kakak kandung Inay,red) mimpi bertemu Gus Dur. Kata Bapak, mainkan gamelannya biar ibu senang. Mas Dzohir lalu mencari-cari gamelan itu, yang tersimpan di gudang. Lalu Mas Dzohir menawari saya, mau main gamelan? Saya jelas mau. Sebab sehari sebelumnya saya juga berpikir bahwa gamelan perlu dilestarikan, paparnya. mm 



1 komentar:

Dewanto Sinurat mengatakan...

kita rindu tokoh tokoh yang apa adanya kayak gusdur ,udah ada sih jokowi ahok cuma kita perlu banyak agar dapat merubah bangsa ini

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com