Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Selasa, 25 September 2012

Nusron Wahid: Gus Dur Personifikasi Kumbakarna






Peringatan haul seribu hari K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan terasa istimewa. Menggandeng Bank Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)  akan menggelar serangkaian kegiatan untuk mengenang tokoh pluralisme itu. Diantaranya gelar budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan wayangan semalam suntuk di kediaman Gus Dur Ciganjur.
Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid menjelaskan, rangkaian kegiatan kebudayaan berupa pementasan wayang kulit, Solawatan dan Tahlil Akbar itu dihelat untuk mengenang perjuangan dan ajaran-ajaran Gus Dur yang harus diteladani anak-anak muda.
“Wayang kulit itu akan digelar di kediaman Gus Dur, di Jalan warung Sila 10, Ciganjur, pada Rabu (26/9) malam. Wayang kulit itu akan dibeber oleh dalang Ki Enthus Susmono, dengan lakon Kumbakarno Gugur,” kata Nusron, saat berbincang soal Gus Dur.
Kata Nusron, lakon Kumbakarno sengaja dipilih, lantaran menurut Nusron, sosok Gus Dur merupakan  personifikasi Arya Kumbakarna, seorang patih Kerajaan Alengka, dalam serial wayang Rama Shinta.
“Kita ingin meneladani semangat yang dibangun Gus Dur. Semangat patriotisme, multikulturalisme, dan idealisme beliau dalam menebar kedamaian di negeri ini,” tandas Nusron.
Dalam cerita pewayangan, Kumbakarna menjadi salah satu tokoh sentral dalam peperangan antara Ramayana melawan Rahwana, karya Resi Walmiki dari India. Kumbakarna diceritakan sebagai tokoh yang idealis, dan hidup asketik, di tengah gelimangan harta benda. Kumbakarna kerap menjadi simbol kesaktian, kegagahan, kejujuran dan keberanian. Selama hidupnya, Kumbakarna mencontohkan hidup sederhana, dan teguh terhadap prinsip, meskipun ia hidup di tengah lingkungan yang penuh angkara murka, ketidak adilan, bergelimnagan korupsi dan kesewenanga-wenangan rezim berwatak Rahwana.  
“Gus Dur adalah sosok yang memegang teguh prinsip. Beliau sangat idealis. Hari ini kita merindukan sosok macam Gus Dur. Lakon Kumbakarna digelar agar anak-anak muda Indonesia bisa melihat Gus Dur secara utuh,” ujarnya.
Kumbakarna juga dikisahkan berwatak kritis, dan berani. Ia sering menasihati dan mengkritisi Rahwana, yang lalim. Kumbakarna tak gentar melawan kekejaman Raja Sejumlah sifat positif Kumbakarna itu, menurut Nusron ada dalam diri Gus Dur. Bahkan, menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu, saat ini sulit mencari sosok sefenomenal Gus Dur. Jasa Gus Dur buat bangsa ini juga sangat besar. Sehingga mampu mencegah perpecahan bangsa ini pasca reformasi.
“Gus Dur adalah konsolidator ulung. Semangat silaturahminya perlu dilestarikan. Beliau menjembatani kiai dari pesantren ke pesantren. Maka dalam kesempatan ini, kami juga mengingatkan kembali kepada anak-muda, terutama anak muda NU di GP Ansor, supaya punya semangat konsolidasi,” tandasnya.
Selain menghelat pementasan wayang, GP Ansor menurut Nusron juga akan manghelat Tahlil dan Solawat Akbar yang dipimpin oleh K.H Mustofa Bisri (Gus Mus), Prof. K.H Qurais Sihab dan Habib Syekh  Abdul Qadir Assegaf. Peringatan seribu hari wafatnya Gus Dur itu juga akan dilakukan oleh para pengagum Gus Dur, dengan menghelat doa lintas iman dan pawai budaya di TIM pada Jumat (28/9). Panggung Budaya di TIM itu, kata Nusron akan diisi oleh sejumlah parade kesenian oleh  penampilan Glenn Fredly, Jaya Suprana, Kang Sobari, Zawawi Imron, Arswendo Atmowiloto, Inayyah Wahid, Agus Nuramal PMTOH, Paduan suara GKI, Marawis, Candra Malik, KH.Husein Muhammad, Imam Malik, Dibyo Primus.
"Tahlilan digelar pada Kamis (27/9) malam,  dipimpin Habib Syekh Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Untuk pengisi tausiah KH Musthofa Bisri, KH Quraish Shihab,” paparnya. mm

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com