Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Minggu, 14 Oktober 2012

Cak Nun, Gus Dur dan Mauidzah Hasanah

Tanpa maksud mengkultuskan, saya akan tuliskan lagi sejumlah cerita tentang K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kali ini tentang muasal istilah 'Mauidzah Hasanah' yang kerpa jadi padanan kata ceramah. Cerita ini disampaikan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam acara Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (12/10) lalu. Sambil menulis catatan ini, saya berpikir, kenapa nama Gus Dur selalu disebut dalam berbagai obrolan ringan di warung kopi, kajian, sampai seminar-seminar seputar budaya, kebangsaan, dan keindonesiaan.
Cak Nun bercerita tentang sebuah perhelatan besar yang digelar di Pesantren Tambak Beras, Jawa Timur, entah di tahun berapa. Saat itu, kata Cak Nun, orasi politik yang disampaikan oleh Nurcholis Madjid (Cak Nur), menyinggung pemerintah Orde Baru. Sejumlah tentara yang hadir langsung merapat ke panggung dan hendak membubarkan acara. Selain Cak Nur, Gus Dur dan Megawati Soekarno Puteri juga hadir dalam acara tersebut.
"Melihat tentara merangsek ke panggung, Massa yang berasal dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,red) GP Ansor (Gerakan Pemuda Ansor) dan para santri langsung teriak takbir, Allahu Akbar," kata Cak Nun, sambil mengkritik kebiasaan massa di negeri ini yang menyebut nama Tuhan dengan nada tinggi dan penuh emosi.
Cak Nun lalu menenangkan massa, dan meminta waktu untuk bernegosiasi dengan para tentara. "Saya bilang ke tentara, baik acara akan dibubarkan, Bapak tenang dulu, saya akan bicara dengan Gus Dur, Mbak Mega dan Cak Nur. Karena mereka yang menjadi tamu dalam acara ini. Saya juga akan menenangkan massa," kata Cak Nun, kepada pimpinan rombongan tentara itu.
Kiai Mbeling ini lalu meminta Gus Dur, Mega dan Caknur untuk mengikuti skenarionya, tanpa protes. Ia berjanji acara akan tetap berlanjut. "Saya bilang Jenengan semua diam saja, biar saya yang atur acara ini. Lalu saya naik mimbar, dan menyampaikan bahwa tentara akan bicara sebentar," katanya, dan Massa pun kemudian diam.
Tentara itu mengumumkan perintah pembubaran acara. Usai membacakan surat perintah pembubaran acara, Caknun, konon meminta sang tentara rehat sejenak di tempat yang tak jauh dari panggung. "Saya naik mimbar lagi. Saya bilang, baiklah para hadirin, kegiatan tadi telah dibubarkan, sekarang kita buat acara baru. Saya melirik ke Gus Dur, acaranya apa Gus? tanya saya. Gus Dur menjawab acaranya Mauidzatul Hasanah. Sejak saat itulah pertama kali penyebutan istilah Mauidzah Hasanah, diperkenalkan untuk mengganti istilah ceramah, yang sering dicurigai pemerintah," kata Cak Nun.
Acara di Tambak Beras itu kemudian dilanjutkan, Cak Nur kembali ceramah, dan tentara itu dijamu sedemikian rupa oleh Cak Nun dan panitia, sehingga lupa pada tugasnya untuk membubarkan ceramah umum itu.
*kalau mau komplain tentang cerita ini, komplain ke Cak Nun ya,"

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com