Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Minggu, 14 Februari 2016

Hambar

“Belakangan ini hari-hariku terasa kurang produktif” cetusku saat berjumpa sobat yang menjadi sekretarisku di sebuah lembaga. Lembaga yang namanya terkesan hebring, namun baru sekali menghelat kegiatan penggugur kewajiban. “Setiap jumpa, kau selalu berkata begitu. Seolah merasa hidupmu tiada berguna,” tukasnya.  

Dia benar. Rasa berguna, kepuasan hidup, telah lama hilang dari keseharianku. Rutinitasku satu semester terakhir hanya menyambung hidup dan sesekali memuaskan hasrat sesaat buat nonton, makan-makan atau jalan-jalan bareng kawan. Sesekali memang ada kegiatan sosial, memprovokasi santri dan mahasiswa agar rajin menulis.

Tapi berbeda dengan tahun-tahun yang lampau, tahun ini aku serasa bermasturbasi. Sebab apa yang digemborkan tak pernah benar-benar kulakukan lagi. Semester ini, orientasi menulisku hanya buat nambal isi dompet. Walaupun, nyatanya belum semua hakku terbayar. Artinya, dompetku sampe sekarang masih belum terisi betulan. Maka makin hambarlah hari-hariku belakangan ini.

Sepekan lalu, ada job baru, selain jadi penulis hantu dan kelola web. Keprihatinan atas minimnya tayangan-tayangan mendidik, memaksaku buat belajar bikin skenario film. Meski belum jelas imbasnya buat penghidupan pribadi, tapi setidaknya ada hal lain yang membikin puas. Kewajiban sosialku sedikit tergugurkan dengan turut ambil peranan dalam proyek baru ini.

Gak penting banget ya, catatan ini. Padahal saat mandi tadi, terbersit niat buat nulis sejumlah tema yang agak populer, dari soal korupsi, taubat, LGBTI, sampai soal Pilkada, Barca, Cinta dan Kalijodo. 






0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com