Gusdurian

Surat Terbuka Untuk Politisi Banten

Terkhusus untuk para politisi Banten, yang sedang bersiap,menghadapi Pilkada 2017 nanti, sudahi dulu lah debat kusir tentang siapa cal...

Jumat, 05 Agustus 2016

Mamah Punya Strategi


Ada fenomena baru di kalangan pecinta dangdut. Dalam berbagai event Organ tunggal, Koplo atau Pongdut (Jaipong Dangdut) hingga Rockdut (Rock Dangdut), tak lagi didominasi bapak-bapak yang 'nyawer' bersama penari panggung.

Kini kaum ibu, terutama kalangan mamah-mamah muda, yang berjilbab sekalipun, mulai merangsek, turut bergoyang bersama para penyanyi seksi. Mulanya, saya mengira ini fenomena degradasi sakralitas jilbab.
Dari diskusi ringan sore ini, ada simpulan sementara, bahwa akuisisi panggung dangdut oleh kalangan Mamah berjilbab, bukan lantaran hobi semata. Tapi merupakan strategi para ibu buat menetralisir hasrat kaum bapak buat bersenggolan dengan para biduan seksi.
K.H. Abdurrahman Wahid dalam ceramahnya (dokumentasi pojok Gus Dur) pernah mengkritisi maraknya kursus tari balet di negeri ini. "Balet itu, butuh kaki yang kecil. Kenapa orang Indonesia tak mengembangkan kursus goyang dangdut?"
Kini terjawab, kaum ibu pun butuh kursus goyang dangdut buat mencegah kegenitan para suami. Video berikut menunjukkan betapa betenya kaum bapak melihat bininya manggung. Maksud hati menonton dan nyawer (sambil njawil) pedangdut, apadaya, istri sendiri menghalangi.. Ha.Ha

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com